Bekasi Timur. Buser Fakta Pendidikan Com
Bau busuk dugaan penyimpangan proyek kembali menyeruak. Kali ini, proyek Pembangunan Jalan SS Rawa Baru senilai Rp9,3 miliar diduga kuat dikerjakan jauh dari standar teknis—bahkan terindikasi berpotensi merugikan keuangan negara.
Sorotan keras datang dari pemerhati pembangunan, Ir. Mangiring Nadeak, yang juga Tenaga Ahli Utama bidang SDA dan Infrastruktur. Ia membongkar temuan lapangan yang tak bisa dianggap sepele: kualitas pekerjaan disebut amburadul, pengawasan diduga tumpul, dan spesifikasi teknis diduga diabaikan.
“Ini bukan sekadar kelalaian. Ini indikasi kuat pekerjaan yang menyimpang dari RAB dan spektek,” tegas Mangiring dengan nada geram.
Temuan yang Bikin Geleng Kepala
Sedikitnya lima kejanggalan fatal terungkap:
U-Ditch Dipasang di Atas Lumpur
Tanpa lantai kerja, tanpa pemadatan. Lumpur dibiarkan jadi alas. Praktik ini dinilai melanggar standar dasar konstruksi.
Cerucuk Asal-asalan
Diameter cerucuk bambu/kayu disebut terlalu kecil, tak layak menopang beban. Potensi amblas tinggal menunggu waktu.
Rongga Menganga Hingga 10 Cm
Di sejumlah titik seperti STA 0+50 hingga STA 0+150, ditemukan celah antar U-ditch mencapai 10 cm.
“Sekitar 80 persen tidak rapat. Ini jelas pengurangan volume dan berpotensi merugikan negara,” ungkapnya.
Ancaman Serius pada CBR Tanah
Rongga terbuka jadi jalan masuk air. Dampaknya fatal: daya dukung tanah (CBR) bisa anjlok, memicu retak bahkan amblesnya jalan.
Direksi Keet Tak Layak
Kondisi bedeng proyek mencerminkan lemahnya kontrol. Indikasi pengawasan hanya formalitas.
Pengawasan Dipertanyakan, Negara Bisa Dirugikan
Mangiring tak menahan kritiknya. Ia menilai mustahil cacat sebesar ini lolos jika konsultan pengawas bekerja benar.
“Kalau pengawasan jalan, tidak mungkin ada rongga 10 cm sepanjang itu. Ini bukan kecolongan, ini pembiaran,” sindirnya tajam.
Ia juga menyoroti potensi kerugian negara akibat pengurangan volume pekerjaan yang tak sesuai kontrak.
Desakan: Bongkar Total, Jangan Tambal Sulam
Tak setengah-setengah, Mangiring mendesak langkah tegas:
Bongkar seluruh U-ditch yang bermasalah
Perbaiki tanah dasar sesuai spesifikasi
Pasang ulang dengan standar teknis
Evaluasi total konsultan pengawas dan PPK
“Jangan akali pekerjaan. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi,” tegasnya.
Data Proyek
Nama: Pembangunan Jalan SS Rawa Baru, Bekasi Timur
Nilai: Rp9.311.774.623 (APBD TA 2026)
Kontraktor: PT Hejama Teknik Utama
No. Kontrak: 620.01/10.0053/SP/DBMSDA-BM/2026/62040586
KPA/PPK: Subrin Sutoro, ST, MM
Dugaan Masalah: Lantai kerja, cerucuk, dan pemasangan U-ditch tak sesuai RAB & spektek
Pihak Terkait Bungkam
Ironisnya, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas BMSDA Kota Bekasi, pihak kontraktor, maupun konsultan pengawas memilih bungkam meski telah dikonfirmasi berulang kali.
Sikap diam ini justru memantik tanda tanya besar: ada apa di balik proyek miliaran ini?
Publik Menunggu Ketegasan
Kini sorotan mengarah ke Wali Kota Bekasi. Publik menanti, apakah dugaan bobroknya proyek ini akan dibongkar tuntas atau justru tenggelam seperti banyak kasus lainnya.
Jika benar dibiarkan, bukan hanya proyek yang amblas kepercayaan publik pun ikut runtuh. (Rohman/Rifai)



