Iklan

Kritik Ahli Diabaikan, Proyek Rp9,3 Miliar Berpotensi Jadi ‘Proyek Gagal

Selasa, 14 April 2026, April 14, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T09:50:14Z

 


Bekasi, Buser Fakta Pendidikan. Com


Proyek pembangunan Jalan SS Rawa Baru, Kecamatan Bekasi Timur, kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, kritik keras datang dari Tenaga Ahli Utama bidang Sumber Daya Air dan Infrastruktur, Ir. Mangiring Nadeak, yang mendesak pejabat terkait tidak hanya duduk di balik meja, tetapi turun langsung ke lapangan.


Desakan itu bukan tanpa alasan. Di lokasi proyek, ditemukan pemasangan U-ditch (box saluran) yang diduga kuat dilakukan secara asal-asalan—dipasang langsung di atas lumpur tanpa lantai kerja yang semestinya menjadi standar teknis konstruksi. Kondisi ini dinilai berpotensi merusak kualitas proyek dan mengancam umur bangunan.


“Ini bukan proyek kecil. Ini uang rakyat miliaran rupiah. Kalau pemasangannya saja sudah melanggar teknis, lalu bagaimana kualitas akhirnya?” tegas sumber yang dekat dengan Ir. Mangiring.


Proyek yang menelan anggaran Rp9.311.774.623,00 dari APBD 2026 ini dikerjakan oleh PT Hejama Teknik Utama dengan nomor kontrak 620.01/10.0053/SP/DBMSDA-BM/2026/62040586. Sementara itu, tanggung jawab pengawasan berada di tangan KPA/PPK Subrin Sutoro, ST, MM.


Namun ironisnya, hingga kini belum terlihat langkah tegas dari pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi. Bahkan, upaya konfirmasi yang dilakukan juga belum membuahkan hasil. Sikap bungkam ini justru memicu kecurigaan publik.


“Diamnya dinas bukan solusi. Justru memperkuat dugaan adanya pembiaran terhadap dugaan pelanggaran di lapangan,” ujar seorang pemerhati pembangunan.


Ir. Mangiring Nadeak bahkan secara tegas merekomendasikan agar U-ditch yang terlanjur dipasang dibongkar dan dipasang ulang sesuai spesifikasi teknis. Menurutnya, pengawasan langsung oleh PPK dan KPA menjadi kunci agar proyek tidak menyimpang dari mutu dan volume yang telah dikontrakkan.


Jika tidak segera ditindaklanjuti, proyek ini berpotensi menjadi contoh buruk pengelolaan anggaran daerah—di mana kualitas dikorbankan, sementara uang rakyat tetap mengalir deras.


“Kalau dibiarkan, ini jelas merugikan uang rakyat,” pungkasnya. (Rohman/Rifai)

Komentar

Tampilkan

  • Kritik Ahli Diabaikan, Proyek Rp9,3 Miliar Berpotensi Jadi ‘Proyek Gagal
  • 0

Terkini