BEKASI. Buser Fakta Pendidikan. Com
Jajaran kepolisian bersama TNI, Dinas Perhubungan, dan unsur organisasi masyarakat menggelar Apel Siaga Jaga Jakarta dan Kota Bekasi sebagai langkah antisipasi menghadapi perlintasan massa menuju Jakarta.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Pos Lantas Bekasi Timur. Apel dipimpin Kompol Gefri Agitia, S.I.K., M.Si., didampingi Kanit Pospol Bekasi Timur Iptu Asep Tryana.
Sejumlah personel dari Polsek Rawalumbu, Koramil, Dinas Perhubungan, serta organisasi masyarakat Pemuda Pancasila turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Apel siaga ini digelar di tengah adanya pergerakan massa dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa yang melintasi Kota Bekasi menuju Gedung DPR RI, Jakarta, untuk menyampaikan aspirasi terkait tuntutan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset.
Kondisi tersebut menjadi perhatian aparat karena Kota Bekasi merupakan salah satu wilayah strategis yang menjadi jalur utama menuju Jakarta. Pengamanan dilakukan sebagai langkah preventif agar mobilitas massa maupun aktivitas masyarakat tetap berlangsung secara tertib dan aman.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Rawalumbu Kompol Akhmadi, S.H., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus penanggung jawab wilayah Kecamatan Rawalumbu dan Kecamatan Bekasi Timur.
Ia menegaskan pentingnya sinergitas seluruh unsur dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, pengamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Khusus kepada warga Kota Bekasi, masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami berharap seluruh masyarakat Kota Bekasi tetap dapat beraktivitas seperti biasa. Jangan mudah terprovokasi oleh oknum atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Kota Bekasi,” demikian imbauan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Bekasi Jadi Jalur Strategis Menuju Jakarta
Sementara itu, Kanit Pospol Bekasi Timur Iptu Asep Tryana mengatakan, wilayah yang menjadi tanggung jawabnya memiliki posisi strategis karena merupakan jalur perlintasan menuju Jakarta dan berada dekat dengan akses jalan tol.
Menurut Asep, kondisi tersebut membuat jajaran kepolisian harus memastikan setiap pergerakan masyarakat dapat berlangsung dengan tertib tanpa mengganggu keamanan maupun aktivitas warga lainnya.
“Kami sebagai wilayah lintasan dan dekat dengan akses jalan tol, dalam hal ini sebagai salah satu pintu masuk menuju wilayah DKI Jakarta, siap bersama warga dan ormas untuk mengarahkan serta menjaga ketertiban,” ujar Asep saat ditemui awak media.
Ia menambahkan, koordinasi antarunsur terus dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dinamika situasi di lapangan.
Asep juga menyampaikan bahwa jajaran Pospol Bekasi Timur menerima kunjungan Kapolres bersama rombongan sebagai bagian dari pemantauan langsung situasi wilayah.
“Pagi ini juga ada kunjungan dari Bapak Kapolres bersama rombongan ke Pospol yang berada di wilayah saya. Harapannya, seluruh warga, khususnya kami sebagai aparat penegak hukum, dapat bersama-sama menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Utamakan Keamanan dan Ketertiban
Pengamanan yang dilakukan aparat diharapkan tidak hanya mampu mengantisipasi potensi gangguan keamanan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Bekasi yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, penyampaian aspirasi masyarakat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga situasi tetap damai, tertib, dan menghormati hak masyarakat lainnya.
Dengan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan warga, Kota Bekasi diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman dan kondusif, sekaligus mampu mengawal jalur perlintasan menuju Jakarta tanpa menimbulkan gangguan terhadap kepentingan masyarakat umum.
Pesan utama dari apel siaga tersebut jelas: keamanan Kota Bekasi adalah tanggung jawab bersama. Aspirasi boleh disampaikan, tetapi ketertiban, keselamatan, dan kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas. (Rohman/Rifai)



