Iklan

SPMB Jabar Kembali Diguncang! Dugaan "Sulap" Data di SMAN 1 Babelan, 37 Siswa Terancam Didiskualifikasi, APH Diminta Bongkar Dalangnya

Selasa, 28 Juli 2026, Juli 28, 2026 WIB Last Updated 2026-07-29T06:20:42Z

 


Kabupaten Bekasi. Buser Fakta Pendidikan. Com


Kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Jawa Barat kembali mendapat ujian. Kali ini, sorotan mengarah ke SMAN 1 Babelan setelah muncul dugaan adanya perubahan data nilai akhir dan titik koordinat domisili yang dinilai tidak selaras dengan data pada tahap awal pendaftaran (PCMB).


Berdasarkan hasil penelusuran sejumlah organisasi sosial kontrol, terdapat 37 siswa yang diduga lolos melalui data yang perlu diverifikasi ulang. Rinciannya terdiri atas 31 siswa jalur domisili, 2 siswa jalur MBK, dan 4 siswa jalur CIBI.


Dugaan tersebut mencuat setelah publik membandingkan data yang telah dipublikasikan pada sistem daring SPMB Provinsi Jawa Barat. Sejumlah peserta yang sebelumnya memiliki nilai akhir maupun titik koordinat tertentu diduga mengalami perubahan pada tahap kedua seleksi. Di sisi lain, sejumlah calon peserta didik berprestasi dan yang berdomisili lebih dekat ke sekolah justru tidak diterima, sementara terdapat peserta dengan jarak yang lebih jauh dinyatakan lolos.


Kondisi itu memunculkan pertanyaan serius mengenai integritas proses seleksi dan mendorong desakan agar dilakukan audit digital secara menyeluruh.


Ketua DPD LSM KAMPAK-RI Provinsi Jawa Barat, Indra Pardede, menilai penjelasan yang disampaikan panitia dan humas SMAN 1 Babelan belum menjawab substansi persoalan.


Menurut Indra, pihak sekolah menyatakan bahwa seluruh data berada di server sehingga operator sekolah tidak memiliki akses terhadap perubahan data.


"Kalau alasannya semua ada di server, publik justru semakin bertanya. Server tidak bekerja sendiri. Harus ada pihak yang memiliki kewenangan mengelola sistem. Karena itu, seluruh jejak digital perubahan data harus diaudit secara terbuka agar tidak muncul dugaan adanya intervensi atau penyalahgunaan kewenangan," tegas Indra.


Indra mengungkapkan timnya menemukan salah satu contoh data yang dinilai janggal.


Peserta dengan NISN 31011661609 pada data PCMB tercatat memiliki nilai akhir 1.467,35 untuk pilihan SMAN 1 Babelan, 2.176,96 untuk SMAN 2 Babelan, dan 1.508,21.


Namun, pada data tahap kedua, nilai akhir peserta tersebut di SMAN 1 Babelan disebut berubah menjadi 669,84, tetapi tetap dinyatakan lulus melalui jalur domisili.


Menurutnya, apabila data tersebut benar, perubahan itu wajib dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan dugaan adanya manipulasi data dalam proses seleksi.


"Kami meminta Polres Metro Bekasi bersama instansi terkait segera melakukan penyelidikan terhadap seluruh data peserta yang diduga bermasalah. Audit forensik digital harus dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perubahan data, siapa yang memiliki akses, kapan perubahan terjadi, dan apakah terdapat penyalahgunaan wewenang," ujarnya.


Indra juga mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Ia meminta seluruh data SPMB SMAN 1 Babelan diaudit secara independen. Apabila nantinya ditemukan pelanggaran administratif maupun tindak pidana, maka seluruh pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jika terbukti terjadi kelalaian pengawasan, kepala sekolah juga diminta dievaluasi sesuai mekanisme yang berlaku.


Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMAN 1 Babelan, panitia SPMB, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat belum memberikan penjelasan resmi atas dugaan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers agar seluruh pihak dapat memberikan klarifikasi dan informasi yang berimbang. (Rifai/Rohman)

Komentar

Tampilkan

  • SPMB Jabar Kembali Diguncang! Dugaan "Sulap" Data di SMAN 1 Babelan, 37 Siswa Terancam Didiskualifikasi, APH Diminta Bongkar Dalangnya
  • 0

Terkini