Warungkiara, Buser Fakta Pendidikan. Com
Upaya memperkuat kolaborasi antarinstansi kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) dengan melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Rabu (15/4/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Fokus utama diarahkan pada peninjauan langsung kondisi infrastruktur jalan yang telah dilakukan pengerasan hot mix menuju kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di lingkungan lapas—fasilitas yang menjadi tulang punggung program pembinaan kemandirian warga binaan.
Dalam peninjauan tersebut, tim Disperkim bersama jajaran Lapas Warungkiara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas fisik jalan, mulai dari ketahanan lapisan hot mix hingga aspek keberlanjutan infrastruktur. Hal ini dinilai krusial untuk memastikan akses menuju SAE tetap optimal dan tidak menjadi hambatan bagi aktivitas pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara menegaskan bahwa peningkatan akses jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi besar pembinaan.
“Perbaikan akses menuju SAE sangat vital. Ini bukan hanya soal jalan, tapi tentang bagaimana program pembinaan bisa berjalan maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Disperkim Kabupaten Sukabumi menekankan bahwa keterlibatan pemerintah daerah dalam penguatan sarana prasarana lapas merupakan bentuk tanggung jawab dalam mendukung sistem pembinaan nasional. Infrastruktur yang memadai, kata mereka, menjadi kunci dalam menciptakan program pembinaan yang produktif dan berdampak nyata.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa sinergi lintas sektor bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Terlebih, keberadaan SAE dinilai memiliki potensi besar dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang aplikatif saat kembali ke masyarakat.
Dengan adanya peninjauan ini, diharapkan tidak hanya kualitas infrastruktur yang terjaga, tetapi juga terbangun komitmen jangka panjang antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Lapas Warungkiara dalam menciptakan sistem pembinaan yang lebih efektif, produktif, dan berorientasi hasil. (Red)




