Riau. Buser Fakta Pendidikan. Com
Wisata Puisi yang diselenggarakan oleh PERRUAS pada 2–7 Oktober 2026 menjadi momentum istimewa dalam mempererat persahabatan, memperkuat hubungan antarbangsa, serta memperkenalkan kekayaan seni dan sastra Indonesia di kancah internasional.
Kegiatan ini diikuti para penyair dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Riau, Makassar, Ternate, Kalimantan, Jawa Barat, dan sejumlah daerah lainnya. Kehadiran para penyair tersebut mencerminkan keberagaman budaya Nusantara yang berpadu dalam satu semangat, yakni menjadikan puisi sebagai jembatan persaudaraan dan diplomasi kebudayaan.
Wisata Puisi PERRUAS bukanlah kegiatan yang pertama kali digelar di luar negeri. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di berbagai negara, antara lain Turki, Kairo, Mesir, Oman, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, dan sejumlah negara lainnya.
Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa puisi tidak hanya menjadi medium untuk mengungkapkan perasaan dan gagasan, tetapi juga sarana untuk membangun komunikasi, memperluas wawasan, serta mempererat hubungan persahabatan lintas negara.
Menghadirkan Sastra Indonesia di Lingkungan Akademik Internasional
Salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan Wisata Puisi PERRUAS adalah kesempatan tampil di hadapan mahasiswa Universitas Al-Azhar di Mesir, khususnya mahasiswa yang mempelajari sastra Indonesia.
Pengalaman serupa juga dirasakan ketika para penyair tampil di Universitas Hankuk, Korea Selatan, sebuah perguruan tinggi yang dikenal memiliki perhatian terhadap kajian bahasa dan budaya internasional. Dalam kesempatan tersebut, para penyair mempersembahkan karya puisi dan sastra di hadapan mahasiswa yang mempelajari bahasa Melayu.
Momen tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus kebanggaan tersendiri. Karya sastra Indonesia dapat diperkenalkan secara langsung kepada kalangan akademisi dan mahasiswa dari negara lain, sehingga membuka ruang pertukaran budaya yang lebih luas.
Melalui kegiatan semacam ini, bahasa, puisi, dan sastra menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas bangsa sekaligus membangun pemahaman antarbudaya. Perbedaan bahasa dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk saling mengenal, menghargai, dan menjalin persahabatan.
Menyelami Keindahan dan Kehidupan Masyarakat Jepang
Selain menjadi ruang ekspresi seni dan sastra, perjalanan ke Jepang juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta untuk mengenal kehidupan masyarakat, budaya, serta tata kehidupan di Negeri Sakura.
Jepang dikenal dengan lingkungan yang relatif bersih dan tertata, keindahan alam, serta perpaduan harmonis antara tradisi dan modernitas. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta untuk melihat secara langsung kehidupan masyarakat Jepang sekaligus memperoleh wawasan baru.
Kunjungan ke sejumlah kawasan wisata, termasuk Nara dan Asuka, turut memperkaya pengalaman perjalanan. Kawasan-kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang memberikan gambaran mengenai perjalanan panjang peradaban Jepang.
Pengalaman menyaksikan langsung kehidupan masyarakat, mengunjungi tempat-tempat bersejarah, serta menikmati keindahan destinasi wisata menjadi bagian penting dari perjalanan Wisata Puisi PERRUAS.
Perjalanan ini tidak sekadar menjadi agenda wisata, tetapi juga ruang pembelajaran yang mempertemukan seni, sastra, sejarah, dan kebudayaan dalam satu pengalaman yang bermakna.
Puisi sebagai Jembatan Persahabatan Antarbangsa
Wisata Puisi PERRUAS di Jepang menegaskan bahwa karya sastra memiliki kekuatan untuk melampaui batas geografis dan perbedaan budaya. Melalui puisi, para penyair dapat menyampaikan nilai kemanusiaan, persaudaraan, perdamaian, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.
Kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah bagi para penyair Indonesia untuk memperluas pergaulan internasional, memperkenalkan karya-karya sastra Nusantara, dan membangun hubungan kebudayaan yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, perjalanan tersebut bukan hanya meninggalkan kenangan indah bagi para peserta, melainkan juga membawa pesan bahwa seni dan sastra dapat menjadi bahasa universal yang mendekatkan manusia dari berbagai bangsa.
Dari Indonesia hingga Jepang, dari panggung sastra hingga ruang akademik internasional, puisi terus menemukan jalannya untuk menyatukan perbedaan dan mempererat persahabatan dunia. (Martin)



