Iklan

Dualisme Organisasi Tinju Amatir Dinilai Rugikan Atlet dan Masa Depan Tinju Nasional

Senin, 09 Februari 2026, Februari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-02-10T01:45:54Z

 


Bekasi.Buser Fakta Pendidikan. Com


Dualisme kepengurusan organisasi tinju amatir di Indonesia kembali menuai sorotan dari berbagai kalangan. Konflik yang telah berlangsung cukup lama itu dinilai berdampak serius terhadap pembinaan atlet, kepastian kompetisi, hingga masa depan olahraga tinju nasional.


Sejumlah pelatih, atlet, dan pemerhati olahraga menilai kondisi tersebut menimbulkan kebingungan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Atlet disebut menjadi pihak yang paling dirugikan akibat ketidakjelasan organisasi yang memiliki kewenangan resmi.


“Yang dirugikan bukan pengurus, tetapi atlet. Mereka berlatih keras dan berkorban waktu serta tenaga, namun masa depan mereka terhambat akibat konflik kepentingan elite organisasi,” ujar Markus Gea, yang akrab disapa Wira, mantan petinju profesional sekaligus pelatih tinju amatir, Senin (9/2/2026).


Menurut Wira, dualisme kepengurusan membuat atlet kesulitan mengikuti kejuaraan resmi, memperoleh rekomendasi, serta mendapatkan akses pembinaan yang berkelanjutan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat prestasi atlet di ajang nasional maupun internasional.


Tak hanya berdampak pada atlet aktif, konflik organisasi juga disebut mengganggu pembinaan usia dini serta memicu perpecahan di tingkat sasana. Situasi ini dikhawatirkan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola olahraga nasional.


Seorang pemerhati olahraga nasional menegaskan perlunya langkah tegas dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik yang berlarut-larut tersebut.


“Negara harus hadir. Pemerintah tidak boleh ragu mengambil keputusan strategis demi kepastian hukum dan arah pembinaan olahraga. Tanpa ketegasan, dualisme ini akan terus berulang dan merugikan banyak pihak,” ujarnya.


Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama pemangku kepentingan terkait dinilai memiliki kewenangan untuk memberikan kepastian hukum dan mengakhiri polemik dualisme organisasi tinju amatir.


Pengamat menilai, penyelesaian persoalan ini bukan sekadar urusan organisasi, melainkan menyangkut masa depan atlet serta martabat olahraga nasional. Keputusan yang tegas, objektif, dan berpihak pada pembinaan diharapkan mampu mengembalikan fokus tinju Indonesia ke jalur prestasi dan profesionalisme. (Rohman)

Komentar

Tampilkan

  • Dualisme Organisasi Tinju Amatir Dinilai Rugikan Atlet dan Masa Depan Tinju Nasional
  • 0

Terkini