Iklan

Turap DAS Rawalumbu Jadi Kado Kemerdekaan, Kawasan Makin Hijau dan Tertata

Senin, 17 Agustus 2026, Agustus 17, 2026 WIB Last Updated 2026-08-17T07:25:56Z

 


BEKASI. Buser Fakta Pendidikan. Com

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 terasa semakin istimewa bagi masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Rawalumbu, Kota Bekasi. Pembangunan turap yang selama ini dinantikan mulai memperlihatkan perubahan wajah kawasan, bukan hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga penataan lingkungan.


Pembangunan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) dalam memperkuat kawasan DAS sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap persoalan banjir dan genangan.


Selama bertahun-tahun, banjir menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan masyarakat sekitar DAS Rawalumbu, khususnya ketika curah hujan meningkat. Karena itu, pembangunan turap di kawasan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai.


Berdasarkan dokumen pekerjaan, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh CV Arrahji Bussiness, perusahaan yang beralamat di Jalan Purbaya Kav. Blok J No. 425B, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Banten.


Nilai harga negosiasi pekerjaan tercatat sebesar Rp4.482.316.881,46, dengan Dokumen Pemilihan Nomor 03.DP/DAS.Rawalumbu/DBMSDA/POKJA III/2026.


Bukan Sekadar Turap, Wajah Lingkungan Ikut Berubah

Perubahan kawasan tersebut mendapat perhatian dari Ketua DPD LSM KAMPAK-RI Provinsi Jawa Barat, Indra Pardede.


Menurut Indra, pembangunan infrastruktur pengendalian DAS akan memiliki nilai lebih apabila tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi turut memperhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya.


“Kami melihat hasil pekerjaan di lapangan cukup baik dan memberikan perubahan terhadap kawasan. Turap bukan hanya menjadi bangunan pengaman, tetapi kawasan di sekitarnya juga terlihat lebih tertata, hijau dan nyaman,” kata Indra.


Ia menilai keberadaan pepohonan dan tanaman di sekitar lokasi memberikan suasana berbeda. Kawasan yang sebelumnya identik dengan persoalan DAS dan banjir kini mulai memiliki potensi menjadi ruang aktivitas sederhana bagi masyarakat.


Bahkan, apabila penataan dan pemeliharaan dilakukan secara berkelanjutan, kawasan tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan warga untuk berjalan santai, jogging maupun olahraga ringan.


“Kalau penataannya dipertahankan dan pemeliharaannya dilakukan secara berkelanjutan, kawasan ini bisa menjadi salah satu ruang terbuka yang menarik bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.


Penghijauan Mendapat Apresiasi

Indra juga memberikan perhatian terhadap penghijauan di sekitar lokasi pembangunan.


Menurut pengamatannya terhadap RAB/BoQ dan gambar pekerjaan yang menjadi bagian dari dokumen lelang, penanaman pohon tersebut tidak tercantum secara khusus sebagai item pekerjaan.


Karena itu, ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian tambahan terhadap lingkungan.


“Kami sebagai kontrol sosial tentu melihat berdasarkan fakta di lapangan. Kalau ada hal positif yang dilakukan pelaksana untuk memperindah lingkungan, tentu harus kita apresiasi. Ini bukan soal membandingkan satu proyek dengan proyek lainnya, tetapi bagaimana semua pihak ikut mengambil bagian dalam menata Kota Bekasi,” tegasnya.


Namun demikian, Indra mengingatkan bahwa apresiasi terhadap aspek positif pembangunan tidak boleh menghilangkan fungsi pengawasan.


Menurutnya, kualitas pekerjaan, kesesuaian dengan dokumen kontrak, spesifikasi teknis, serta manfaat pembangunan bagi masyarakat tetap harus menjadi perhatian semua pihak.


LSM AMAN: Warga Jangan Hanya Menikmati, tetapi Ikut Menjaga

Apresiasi juga disampaikan Ketua Umum LSM AMAN, Rusben Siagian. Sebagai warga yang berada di sekitar kawasan pembangunan, Rusben mengaku melihat langsung perubahan lingkungan setelah pekerjaan dilakukan.


“Saya sebagai warga yang berdekatan dengan kegiatan pembangunan DAS ini sangat salut. Pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan kontrak dan gambar yang terdapat dalam dokumen lelang. Yang lebih menarik, kawasan ini juga ditata sehingga terlihat lebih nyaman,” ungkap Rusben.


Menurutnya, kawasan yang lebih hijau dan tertata dapat memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat.


“Kalau nantinya terus dirawat, masyarakat bisa memanfaatkannya untuk olahraga pagi, jalan santai dan menikmati udara yang lebih segar. Ini tentu menjadi sesuatu yang positif,” katanya.


Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga ikut menjaga kebersihan serta kelestarian kawasan.


Sebab, tanpa partisipasi warga, penataan yang telah dilakukan berpotensi kembali mengalami penurunan kualitas.


Tujuh Rumah Pompa Disiapkan

Selain pembangunan turap, penanganan persoalan DAS Rawalumbu juga tidak dapat dilepaskan dari sistem pengendalian banjir secara menyeluruh.


Dalam kontrak pelaksanaan pembangunan DAS Rawalumbu, terdapat pula penyiapan tujuh rumah pompa sebagai bagian dari dukungan terhadap pengendalian aliran dan genangan di kawasan tersebut.


Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menghadapi persoalan banjir, terutama ketika debit air meningkat akibat hujan dengan intensitas tinggi.


Dengan demikian, pembangunan turap, sistem pompa dan penataan lingkungan idealnya berjalan sebagai satu kesatuan, bukan berdiri sendiri-sendiri.


Pelaksana: Ingin Ikut Menata Kota Bekasi

Sementara itu, ketika dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp, Haji Sidik selaku pihak dari CV Arrahji Bussiness menyampaikan bahwa pihaknya memiliki keinginan untuk ikut berkontribusi dalam penataan lingkungan Kota Bekasi.


“Saya sebagai warga Kota Bekasi dan pengusaha di berbagai bidang ingin ikut berpartisipasi dalam menata Kota Bekasi agar lebih indah, sejuk dan tenteram bagi seluruh warga maupun masyarakat yang berkunjung ke Kota Bekasi,” tegasnya.


Haji Sidik juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bekasi yang telah memberikan kepercayaan kepada perusahaan yang dipimpinnya untuk melaksanakan kegiatan pembangunan melalui mekanisme pengadaan yang berlaku, baik melalui proses lelang maupun e-purchasing.


Kado Kemerdekaan untuk Warga Rawalumbu

Pembangunan turap DAS Rawalumbu akhirnya membawa cerita yang lebih besar daripada sekadar proyek infrastruktur.


Bagi masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan banjir dan genangan pada musim penghujan, hadirnya turap, penyiapan rumah pompa serta penghijauan memberikan wajah baru bagi kawasan tersebut.


Di tengah semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, perubahan DAS Rawalumbu seolah menjadi “kado kemerdekaan” bagi warga.


Dari kawasan yang sebelumnya lekat dengan persoalan banjir, kini perlahan tampil lebih tertata, hijau dan memiliki potensi menjadi ruang aktivitas masyarakat.


Namun, pekerjaan tidak berhenti ketika proyek dinyatakan selesai.

Pemerintah, pelaksana, pengawas dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan turap tetap terawat, rumah pompa berfungsi optimal, aliran DAS tetap terjaga, serta lingkungan tidak kembali kumuh.


Sebab, pembangunan yang baik bukan hanya terlihat indah ketika baru selesai.


Pembangunan yang benar-benar berhasil adalah pembangunan yang tetap kokoh, terawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat ketika waktu terus berjalan. (Rohman/Rifai/Udin)

Komentar

Tampilkan

  • Turap DAS Rawalumbu Jadi Kado Kemerdekaan, Kawasan Makin Hijau dan Tertata
  • 0

Terkini