Bekasi. Buser Fakta Pendidikan. Com
Pembangunan Turap Daerah Aliran Sungai (DAS) Rawalumbu di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, menuai apresiasi dari masyarakat. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi tersebut dinilai tidak hanya memperkuat fungsi pengendalian banjir, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi warga.
Salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Pengasinan mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan turap yang selama ini dinantikan warga.
"Selama bertahun-tahun kami hidup berdampingan dengan ancaman banjir. Kehadiran turap ini memberikan harapan baru bagi masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi yang telah merealisasikan pembangunan ini," ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari pihak pelaksana, setelah pekerjaan konstruksi selesai akan dilakukan penghijauan di kawasan bantaran sungai. Program tersebut diyakini akan mempercantik kawasan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.
"Kami berharap kawasan ini nantinya menjadi lebih hijau, bersih, dan nyaman. Selain mengurangi risiko banjir, lingkungan juga akan semakin indah untuk masyarakat," tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua DPD Jawa Barat LSM Komite Anti Mafia Peradilan dan Korupsi Republik Indonesia, Indra Pardede. Ia menilai proyek pembangunan Turap DAS Rawalumbu merupakan contoh pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang memperhatikan kualitas teknis di lapangan.
Pembangunan tersebut memiliki nilai pagu Rp4.786.500.000 yang bersumber dari APBD Kota Bekasi dan dikerjakan oleh CV Arrahji Bussiness, beralamat di Jalan Purbaya Kavling Blok J Nomor 425B, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Provinsi Banten.
"Saya sudah cukup banyak melihat pembangunan turap sungai di Kota Bekasi. Namun dari sisi teknis, pekerjaan seperti ini termasuk yang jarang saya temui. Hasilnya terlihat rapi, kokoh, dan menunjukkan bahwa pekerjaan dilaksanakan dengan baik," ujar Indra.
Ia menjelaskan bahwa kualitas bangunan sangat dipengaruhi oleh penerapan metode kerja yang benar sejak tahap awal pelaksanaan.
"Metode pelaksanaan menjadi kunci. Pemasangan kisdam dilakukan bertahap sekitar lima meter, kemudian area kerja dikeringkan sebelum pondasi bawah dipasang dan dilanjutkan dengan pemasangan batu kali. Jika setiap tahapan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, hasilnya tentu akan lebih kuat, kokoh, dan memiliki umur layanan yang lebih panjang," jelasnya.
Menurut Indra, keberhasilan suatu proyek infrastruktur tidak hanya diukur dari penyelesaian pekerjaan tepat waktu, tetapi juga dari mutu konstruksi yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Warga berharap kualitas pekerjaan seperti pembangunan Turap DAS Rawalumbu dapat menjadi contoh bagi proyek-proyek infrastruktur lainnya di Kota Bekasi. Dengan pelaksanaan yang mengedepankan mutu, transparansi, dan kepentingan publik, pembangunan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap penggunaan anggaran daerah. (Rohman)



